Dalam memperluas cakupan TexCycle untuk menanamkan kepedulian lingkungan, kerjasama dengan sekolah yang memiliki program hingga kurikulum yang berkaitan mengenai isu lingkungan yang saat ini sedang dilakukan agar dapat berkolaborasi.
SIS Surabaya dipilih karena saat ini ada beberapa siswa yang sedang melakukan riset mengenai limbah tekstil yang mulai berserakan hingga ke laut. TexCycle dan SIS Surabaya berupaya dalam menerapkan ilmu yang sedang dipelajari oleh siswa agar dapat diimplementasikan secara nyata.


Siswa SIS Surabaya membagikan informasi mengenai TexCycle dengan mempresentasikan kepada siswa lainnya berserta dengan guru yang ada untuk mengetahui pentingnya peduli lingkungan dan saat ini dapat dilakukan dalam skala kecil hingga besar. Melalui TexCycle, pengumpulan dan pengolahan limbah tekstil tidak hanya dapat dilakukan melalui lembaga sosial namun dapat dilakukan pada skala industri.
Dengan memberikan bukti nyata pada perusahaan yang telah mengelola limbah sebagai bahan baku untuk menjadi produk berfungsi baru yang masih bisa dipakai sehari-hari. Siswa SIS Surabaya menjelaskan keuntungan dari daur ulang limbah tekstil pasca-konsumsi apabila dapat memanfaatkan limbah dapat mengurangi ketergantungan pada bahan natural sehingga menghemat energi pada saat proses produksi.

